Detik Detik Kehidupan, Ayo Kita Manfaatkan

Sabar

Di dalam beramal, kita memerlukan sabar. Di saat kita mewujudkan amal terasa berat kita mewujudkannya, kemudian setelah amal itu terwujud maka terasa berat untuk mempertahankannya (istiqamah). Ada pepatah: “lebih mudah meraih prestasi daripada mempertahankannya” hal ini menunjukkan bahwa “sabar” harus selalu mendampingi setiap kegiatan amal kita. Setiap orang akan mengalami hal serupa dimana pengaruh baik dan buruk terus menerus mempengaruhi dirinya. Bagi orang mukmin maka ia akan terus berupaya memupuk amalnya secara tekun. Sabar akan selalu dibutuhkan baik di saat sempit maupun lapang. Sabar memiliki peranan penting bagi kita dalam bermasyarakat. Sabar juga sangat dibutuhkan di saat kita mengerjakan kegiatan (amal). Intinya, dalam semua segi kehidupan perlu menyertakan sabar jika kita ingin kegiatan (amal) kita membuahkan hasil yang menggembirakan.

Beramal

Ada beberapa hal yang kita miliki kemudian ia akan meninggalkan: 1) Ketampanan. 2) Kekayaan. 3) Tenaga / kekuatan Fisik. Saat manusia masih bayi mereka belum datang, kemudian mereka datang, tak berapa lama mereka juga akan pergi meninggalkan manusia. Tak ada yang mengikuti. Hanya amal yang mengikuti dan menghiasi manusia secara hakiki.

Apa yang dilakukan manusia selama hidupnya? Bagaimana kegiatannya sehari-hari? Seberapa banyak orang yang menerima manfaat darinya? Semua manusia akan mengalami hal yang sama, masa tak berdaya, dewasa, dan mati. Yang membedakannya adalah seberapa bermanfaatkah ia semasa hidupnya.

Kita perlu terus memohon kepada-Nya agar kita diberikan dorongan, kesempatan, semangat, istiqamah, dan ilham untuk berkegiatan (amal).

Amal itu sebenarnya terbentang luas, namun banyak orang yang dibutakan sehingga seolah-olah tak ada celah untuk amal salih.

Bagi orang yang berakal, amal salih terbentang luas di hadapannya, banyak hal (amal) yang belum dikerjakan sehingga ia terus menerus disibukkan dengan amal.

Shalat

Bagaimana caranya kita mensucikan diri dari dosa-dosa setiap hari? Shalat merupakan cara untuk mensucikannya.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالُوا لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ فَكَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا

Rasululah  bersabda ” Bagaimana pendapatmu jika di depan pintu -rumah- salah seorang dari kalian ada sungai, dia mandi di sungai itu setiap hari lima kali, apakah ada sisa kotoran padanya?” Mereka menjawab, “Tidak ada kotoran yang tersisa sedikitpun.” Nabi bersabda: “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah menghapus dosa-dosa dengan shalat tersebut.” (HR. An-Nasai)

Shalat merupakan perpaduan antara kegiatan jiwa dan fisik; darinya akan melahirkan kekuatan rohani dan jasmani. Shalat terdiri dari dua, yaitu shalat wajib dan shalat sunah. Keduanya ibarat pondasi, tiang, dan struktur bangunan yang kokoh dan memiliki banyak fungsi, demikianlah perumpamaan orang yang mendirikan shalat.

Zakat

Saat Al-Quran memerintahkan shalat maka selalu diikuti dengan perintah zakat. Berarti, orang yang shalat maka ia telah dimampukan untuk berzakat. Dapat pula bermakna, tekun di dalam membangun hubungan yang baik dengan Tuhan melalui shalat (hablum minallah), dan rajin membangun hubungan baik dengan manusia melalui zakat (hablum minannaas).

Zakat merupakan bukti keislaman kita. Jika kita mengaku diri sebagai Muslim maka jadilah kita sebagai  Muzakki (orang yang mengeluarkan zakat). Berkaitan bahwa zakat merupakan bukti keislaman kita, Nabi  bersabda:

إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَالتَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيرُ يَمْلَأُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالزَّكَاةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“Menyempurnakan wudlu adalah separuh dari iman, kalimat Alhamdulillah mengisi penuh timbangan, tasbih dan takbir mengisi penuh langit dan bumi, shalat adalah cahaya, zakat adalah bukti, kesabaran adalah cahaya dan Al Qur’an adalah hujjah yang membela atau justeru hujjah yang menuntut dirimu.” (HR. An-Nasai)

Iman

Terkadang semangat ibadah meningkat namun ada kalanya menurun. Hal ini bersumber dari situasi iman seseorang. Bagaimana agar iman meningkat? Maka ia perlu “asupan” dari amal ibadah. Iman perlu “dipompa” atau “ditumbuh-kembangkan” agar cahaya hati terus bersinar. Dari kekuatan hati inilah akan meningkatkan kualitas serta kuantitas amal ibadah seorang manusia.

******

Bangunlah kita saat detik mulai berputar. Perubahan waktu mengajak kita untuk segera mengisinya. Isilah detik ini dengan amal ibadah sebelum datang detik selanjutnya. Jika kita tahu makna bunyi jarum jam, mungkin ia sedang berkata agar manusia dapat menyertainya dengan ibadah dan amal salih. Wallahu a’lam bish shawab.

Incoming search terms:

admin Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *